Awas Kena Tilang! Hindari Modifikasi Motor yang Dilarang Ini!

Awas Kena Tilang! Hindari
Modifikasi Motor yang Dilarang Ini!

09 February 2021

 

Sebagai anak motor, rasa ingin memodifikasi tunggangan pasti gak pernah absen Brads. Misalnya mau upgrade performa mesin atau malah langsung ingin mengubah jadi motor custom. Entah dibuat café racer atau tracker terserah selera masing-masing. Eits, tapi sebelum datang ke builder kita wajib tahu dulu modifikasi motor yang dilarang oleh aturan. Biar gak kena tilang Brads!


Biasanya motor-motor yang dikustomisasi itu, pasti menerima ubahan besar Brads. Bisa dari dimensinya, kubikasi mesin, sampai beberapa parts wajib seperti spion, lampu sein, dan lampu utama bisa berubah bentuk atau dihilangkan. Nah, hal-hal seperti itu yang sering kali kita lupakan saat membangun motor custom, padahal terdapat aturan lalu lintas yang mengikat soal ini.


Jadi, sebelum dibawa sunmori mending cari tahu dulu soal ubahan-ubahan pada motor yang melanggar aturan berlalu lintas. Biar lebih enjoy menikmati quality time bareng teman dan tunggangan.


Tren custom yang kian digandrungi belakangan ini


Brads, gak bisa dipungkiri emang kalau misalnya salah satu sebab kita pengen custom motor itu karena lagi jadi tren di masyarakat. Mau lagi berangkat ke kantor atau on the way kencan pasti Brads lihat satu atau dua motor custom di jalan. Sosoknya yang menonjol di antara kendaraan lain memang menarik mata kita untuk memperhatikan lebih jauh.


Aliran motor custom juga sangat beragam, Brads bisa memilih sesuai selera masing-masing. Atau bisa juga karena ingin mengejar kelebihan dari masing-masing aliran custom. Misalnya saja nih Brads ingin punya motor yang siap dipakai di jalan raya dan tanah. Kalian bisa pilih aliran tracker atau scrambler yang memang peruntukannya untuk adventure di dua alam.


Brads lebih selera untuk cruising mulus di jalan raya sambil menarik perhatian orang banyak? Kalau begitu bisa pilih aliran chopper yang dibungkus dengan ban on road dan ground clearance rendah. Kalau gak cocok Brads bisa adopsi genre café racer buat kalian yang speed freak.

Nah, terlepas dari aliran motor custom yang ingin Brads terapkan di kendaraan roda dua kesayangan, kalian wajib tahu dulu ubahan apa yang akan dilakukan di motor tersebut. Jangan sampai modifikasi motor yang dilarang nempel di kuda besi kita Brads!


Do’s and Don'ts untuk Motor Custom


Dalam proses membangun sebuah motor custom, akan banyak terjadi ubahan-ubahan dan modifikasi yang dilakukan agar hasilnya maksimal. Bagian bodi dan bentukan motor pasti akan diubah untuk menyesuaikan dengan aliran yang dipilih. Apalagi kalau misalnya basis motor yang dipakai kurang sesuai untuk aliran custom pilihan.

Nah sebelum melakukan kustomisasi pada motor, yuk Brads simak dulu modifikasi motor yang dilarang oleh aturan berlalu lintas. Toh sebenarnya modifikasi atau custom motor itu sebenarnya halal kok, asal memenuhi keselamatan berkendara.


1. Knalpot

Kalau mesin sudah dioprek untuk performa lebih gahar, sektor knalpot juga biasanya akan ikut diubah Brads. Sebenarnya penggantian knalpot tidak akan menjadi masalah berarti bagi pihak kepolisian asalkan mengikuti persyaratan. Yaitu, suara yang dikeluarkan masih dibawa ambang batas yang ditetapkan oleh pemerintah.

 

Menurut Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 7 tahun 2009, tingkat kebisingan motor dengan kubikasi 80cc hingga 175cc itu maksimal 83 desibel (dB). Bagi motor di atas 175cc batas maksimal kebisingan di angka 80 dB. Jadi asal, penggantian knalpot tidak melebihi batas yang ditentukan tidak akan menjadi masalah Brads.


2. Menghilangkan Alat Keselamatan

Alat keselamatan seperti lampu utama, rem, sein dan spion biasanya akan berubah bentuk Brads saat dilakukan kustomisasi. Nah bagian-bagian ini sebenarnya tidak boleh dilakukan ubahan yang keluar dari standar pabrikan Brads.

 

Menurut pasal 285 Undang-undang 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sanksi yang dikenakan bagi pelanggar tersebut adalah denda paling besar Rp 250.000 atau kurungan maksimal 1 bulan.

 

Kalau sudah terlanjur diubah, Brads tetap bisa membuat kustomisasi tersebut street legal kok. Caranya dengan melakukan uji fisik kembali di Dinas Perhubungan setempat. Tentu akan merogoh kocek lagi untuk biaya ujinya.

 

3. Mengubah Bentuk dan Dimensi

Perubahan bentuk dan dimensi pada sepeda motor custom memang sulit untuk dihindari. Tetapi kalau memang harus Brads bisa kok melegalkan ubahan yang sudah dilakukan dengan melakukan pengajuan ke Samsat tempat motor didaftarkan.

 

Permainan di rangka motor juga perlu ekstra hati-hati Brads. Perubahan bentuk yang dilakukan tidak boleh menghilangkan nomor seri yang telah menempel sebelumnya.

 

4. Mengubah Kapasitas Mesin

Kalau ini sih sudah jelas Brads, menaikkan kubikasi mesin merupakan hal yang dilarang oleh aturan. Soalnya akan ada perbedaan antara yang terdaftar di Samsat dan STNK dengan kondisi asli di mesin motor, terus juga tingkat emisi yang dikeluarkan akan berubah. Tapi kalau sudah terlanjur ubahan tersebut bisa didaftarkan ke pihak terkait untuk dilakukan tes ulang.

 

5. Mengubah Warna Motor

Bermain warna pada sepeda motor sulit untuk dihindari Brads, soalnya akan menjadi visual utama dan pertama yang kita lihat. Terus juga harus dicocokkan dengan aliran custom yang ingin diaplikasikan. Rupanya, pengubahan warna ini menjadi ilegal ketika tidak diajukan perubahan ke Samsat.

 

Soalnya hal ini akan berkaitan dengan status dan legalitas motor yang terdaftar Brads. Kalau terdapat perbedaan antara di STNK dan BPKB dengan aslinya, bisa-bisa motor diangkut oleh kepolisian.


Modifikasi Motor yang Aman


Nah, kira-kira seperti apa sih modifikasi motor yang aman? Berikut salah satu contoh dari modifikasi motor Triumph Thruxton 900 keluaran tahun 2004 yang dimodifikasi dengan dua model liquid cooled, yaitu Triumph Thruxton dan Triumph Thruxton R.