KOMUNITAS CUSTOM PALING KOMPAK DI MALANG

KOMUNITAS CUSTOM PALING KOMPAK
DI MALANG

08 December 2020

 

Dibentuk awal tahun 2018, Molak-Malik jadi wadah komunitas penggiat custom culture yang ada di Malang. Menariknya, Molak-Malik ini memilih untuk fokus pada kegiatan classic fun race.


“Kami melihat, sudah ada banyak ragam kegiatan di custom scene yang ada di Malang ini. Mulai dari riding, hang-out, custom bike show, dan lain-lain. Nah kami ingin jadi pelengkap custom culture movement ini di bidang yang kebetulan kami sama-sama suka, yakni classic fun race,” buka Muhammad el Shabir mewakili komunitasnya.


Apalagi, sebagai daerah yang menjadi tujuan kunjungan wisata, Malang memiliki sumber daya alam mendukung berupa keindahan alam dan ketersediaan lahan untuk menggelar kegiatan fun race. Disinilah Molak-Malik sebagai komunitas motor custom Malang mengisi dengan berbagai aktivitas positif. 



 

“Event perdana kami yang digelar tahun 2019 aja cuma digelar di lapangan kosong yang ada di GOR Ken Arok, Buring - Malang yang biasanya dipakai untuk tempat belajar mobil. Tapi akhirnya kami bisa sulap jadi sirkuit dirt track. Syukurlah acara sukses dengan 75 peserta yang berkompetisi di 4 kelas, dengan biaya pendaftaran hanya Rp 50 ribu, dan no ticketing buat penonton,” kisah Shabir.


Ya, memang Molak-Malik ini masih sebatas movement dan tidak bersifat profit oriented seperti halnya event organizer. “Kami lebih memilih ke arah movement supaya di Malang ini ada satu kegiatan classic fun race tahunan yang mandiri, dan menjadi jujugan para bikers,” lanjut Shabir.


Untuk mendanai biaya produksi dan pengeluaran lainnya, Shabir dan rekan-rekannya lebih memilih jalur sponsorship dan penjualan merchandise berupa kaos. “Yang penting bisa mencukupi biaya operasional,” tandas Shabir sambil menginfokan tahun lalu mereka dapat support dari Suryanation Motorland.

Karena itulah, tim Molak-Malik ini berupaya keras supaya mampu menghadirkan kegiatan yang bisa menghibur dan seru bagi pesertanya.




“Bahkan kami tahun 2020 ini sebenarnya sudah menyiapkan konsep baru, yakni 2-day event yang menggabungkan classic fun race dengan moto camp. Jadi kemping sama sekalian balapan. Kan seru…” senyum Shabir.

Namun karena pandemi COVID-19, acara ini terpaksa harus diundur hingga tahun depan. “Kita ambil hikmahnya aja karena artinya kita punya lebih banyak waktu untuk mempersiapkan acara sebaik mungkin, sehingga bisa sukses dan seru.”

 

Ngomongin soal seru ini, memang di sinilah kata ‘molak-malik’ yang jadi nama komunitas ini berasal. “Molak-malik ini istilah untuk motor yang saling jatuh jumpalitan di trek tanah, sehingga tak hanya berkompetisi tapi bisa juga menghibur bagi peserta dan penonton…” tutup Shabir.

Wah seru nih…. (*)