SAMBANGI DAN SERAP ILMU DARI 3 BUILDER DI JEPANG

SAMBANGI DAN SERAP ILMU
DARI 3 BUILDER DI JEPANG

12 October 2018

 
Perjalanan Tim Suryanation Motorland di Jepang tak hanya menghadiri acara Yokohama Hot Rod Custom Show 2016 pada hari Minggu 4 Desember lalu. Rangkaian perjalanan berlanjut dengan mengunjungi beberapa workshop para builder dunia, yaitu Cherry’s Company, Deus Ex Machina Tokyo dan 46 Works. Setelah meninggalkan kota Yokohama pada hari Rabu (6/12/2016), rombongan builder Suryanation Motorland langsung menuju Tokyo untuk mendatangi workshop Cherry’s Company milik Kaichiroh Kurosu. Kaichiroh Kurosu dikenal setelah motor custom garapannya sukses meraih gelar tertinggi sebagai Best Of Show pada ajang Yokohama Hot Rod Custom Show sebanyak tiga kali berturut-turut. Workshop Cherry’s Company menempati tempat yang strategis berada di sudut jalan kawasan Nerima, Tokyo. Kedatangan rombongan langsung disambut akrab oleh Kurosu-San dan beberapa asistennya. “Workshop kami menempati bangunan tiga lantai, lantai 1 untuk areal custom motor, lantai 2 dipakai buat kantor dan workshop khusus sepeda balap, sementara lantai 3 adalah tempat saya tinggal,” ujar Kurosu. Tentunya dalam kesempatan ini, para builder banyak bertukar pikiran dan bertanya kepada Kurosu mengenai bagaimana perencanaan menjadi salah satu yang terpenting dalam menghasilkan sebuah karya. Ia menambahkan saat mengerjakan motor dibengkelnya, dihitung dari jam kerja. “Kalau tidak diprogram dengan baik kita akan rugi waktu dan mengecewakan kepercayaan customer,” terang builder ramah ini. Para builder pemenang Custom Bike Contest Suryanation Motorland 2016 yang mengunjungi workshop Cherry’s Company pun sangat antusias berada di areal workshop. “Buat workshop kelengkapan alatnya sangat komplit dan saat mengerjakan motor custom sesuai dengan perencanaan. Saya mendapat banyak masukan untuk bengkel agar bekerja lebih terprogram,” ujar M. Yusuf Adib Mustofa dan ketiga rekan yang lainnya. Sebagai kenang-kenangan, tim Suryanation Motorland memberikan plakat. Berupa art work metal plat yang sudah dipinstrip Suryanation Motorland Show Your Pride, hasil garapan artist Wawan Junk dari Nerakatau 69 asal Semarang. “Kunjungan ini sangat penting buat empat builder juara Custom Bike Contest Suryanation Motorland 2016 untuk bertukar ilmu dengan builder yang lebih berpengalaman. Nantinya bisa dibawa ke tanah air untuk inspirasi dan berkarya lebih baik lagi,” ujar Ari Kusumo Wibowo selaku Brand Manager Surya PT. Gudang Garam TBK. Selesai menyambangi Cherry’s Company, rombongan lanjut berkunjung ke Deus Ex Machina yang berada di Shibuya, Tokyo yang hanya membutuhkan waktu satu jam. Kedatangan rombongan disambut oleh Haruka Sawai, PR Manager Deus Tokyo yang sangat ramah. Tim pun langsung diajak untuk mengelilingi beberapa spot yang didesain menarik. “Kita sekaligus makan siang disini menikmati sajian menu yang ditawarkan oleh Deus Ex Machina Tokyo,” imbuh Ari. Seperti showroom Deus yang di Canggu, Bali, Deus Tokyo merupakan concept store yang diramu dengan unsur lifestyle dan menyediakan seluruh kebutuhan custom enthusiast. Beberapa motor custom garapan Deus Tokyo juga didisplay di beberapa sudut ruangan. “Saya jadi terbayang untuk memiliki tempat dengan konsep seperti ini dengan konsep bengkel, distro, dan cafe dalam satu lokasi,” ujar Achmad Satya Dharma pemenang Suryanation Custombike Contest dari Medan. Selain Haruka, tim Suryanation Motorland juga ditemani oleh Matthew Robert, Director Of Motorcycle Operation Japan yang juga builder Deus Tokyo. “Selain mengerjakan sendiri motor custom yang kami display, kita juga kerap dibantu dan bekerjasama dengan builder-builder yang workshopnya berlokasi Tokyo,” ujar Matthew. Builder asal Australia ini juga mengaku sangat kagum dengan motor “Naga Lima”, The Greateast Bike Suryanation Motorland. “Saya sudah tahu sebelumnya keberadaan motor lima silinder asal Indonesia dari teman-teman di Australia dan saya juga melihatnya langsung di Yokohama Hot Rod Custom Show lalu, sungguh ini motor yang sangat keren,” tutup Matthew yang langsung menyampaikanya kepada Yusuf. Puas berkunjung di dua workshop tersebut, tim menginap semalam di distrik Ikebukuro yang masih di kawasan kota Tokyo untuk beristirahat. Keesokan harinya (7/12/2016), tim Suryanation Motorland langsung bertolak menuju Gunung Fuji. Di sana rombongan akan mengunjungi workshop 46 Works milik Shiro Nakajima yang berlokasi di distrik Yatsugatake dengan menempuh perjalanan sekitar 2 jam. Shiro Nakajima sudah merintis usaha ini sejak 2001 dengan mendirikan bengkel service. “Awalnya saya mendirikan workshop Ritmo Sereno di Tokyo yang khusus menangani perawatan dan restorasi motor BMW, sekarang bengkelnya sudah berpindah tangan dan dikelola oleh partner saya. Dari Tokyo saya pindah mencari lokasi yang tidak terlalu padat jadi bisa fokus untuk menghasilkan karya,” ujar Shiro. Shiro-San memutuskan membangun bengkel dengan nama 46 Works yang sesuai dengan keinginannya menjadi seorang builder yang menggeluti dunia custom. Tiga tahun sudah workshop miliknya ini pindah di bawah kaki Gunung Fuji. Area workshop dibangun dengan lahan yang cukup luas dengan peralatan bengkel yang komplit dan mampu menampung sekitar 20 lebih motor dan bersebelahan dengan tempat tinggalnya. Ia menceritakan angka 46 yang dipilih sebagai nama workshopnya ini memiliki makna yang mendalam. “Angka 46 ini selain keberuntungan buat saya juga merupakan singkatan nama depan saya dalam ejaan Jepang. Empat itu disebut ‘shi’ sedangkan enam ‘roku’,” ujar builder yang piawai menangani mesin model boxer dan banyak dipercaya oleh brand pabrikan untuk meng-custom motor. Tinggal di distrik yang jauh dari keramaian kota membuat Shiro dituntut untuk mengerjakan sendiri seluruh proses penggarapan motor. Untuk mencari sparepart, Shiro mengatakan bisa memesan melalui internet, sementara di luar itu Ia harus mengerjakan sendiri proses restorasi dan membangun motor mulai dari membuat ubahan rangka, bodi, serta pengecatan karena tidak ada satu orang pun asisten yang membantunya. Melihat apa yang dikerjakan oleh Shiro Nakajima, tentunya dapat memicu empat builder pemenang Custom Bike Custom Contest Suryanation Motorland yang melakukan perjalanan ke Jepang ini untuk bisa menghasilkan karya walaupun menemui berbagai keterbatasan. “Saya salut, seorang builder sekelas Shiro Nakajima tidak memiliki asisten dan seluruh perkerjaan dilakukan sendiri dan tidak tergantung dengan orang lain. Selain itu, pribadinya juga sangat bersahabat dan low profile,” ujar Dian TIto pemenang Suryanation Motorland Region Palembang. Bagi Tommy Dwi Djatmiko salah satu juri Suryanation Motorland, ia melihat sosok Shiro Nakajima sebagai builder yang ideal dan menjadi mimpi bagi kebanyakan builder. “Memiliki workshop yang besar dengan desain bangunan seperti hanggar dan terletak di tempat yang sunyi. Jadi builder bisa benar-benar fokus saat bekerja, “ tutup builder yang akrab disapa Mastom ini.